Mobil Listrik BYD di Indonesia Pakai Baterai lithium ferro-phosphate (LFP). Teknologi ini juga disematkan di tiga model mobil listrik di Indonesia, yaitu Seal, Dolphin dan Atto 3.
Bukan tanpa alasan memilih LFP. Riset dan pengujian panjang yang telah dilakukan BYD di labnya, baterai LFP lebih aman dari pada baterai nikel. LFP itu memiliki tingkat probability dan possibility untuk mencapai heat (suhu panas tertentu) yang sangat rendah jika dibandingkan dengan sel baterai yang lain.
Blade Battery BYD dengan menggunakan LFP diproduksi dengan bahan kimia yang lebih murah, tidak mudah menguap, dan menggunakan lebih sedikit logam mulia dibandingkan baterai lain serta menawarkan daya tahan yang lebih baik dalam pengisian berulang kali. Bahkan Blade Battery BYD lolos saat diuji Nail Penetration Test untuk mengetahui potensi terbakarnya baterai saat kecelakaan.
Sel baterai disusun menjadi ‘bilah’ tipis (sesuai dengan namanya), yang memungkinkan kepadatan energi lebih tinggi – kapasitas lebih besar dalam ruang lebih sedikit – dan sel kuat yang dapat menjadi bagian dari struktur mobil. Sekali lagi, hal ini bagus bagi mereka yang mengemudikan mobil, terutama karena membantu membuat mobil lebih kaku – baik untuk pengendalian dan keselamatan – serta menghemat bobot.
